Tokoh Rakyat Miskin
| Nama: | BENEDIKTUS ADU |
| Kategori: | |
| Keterangan: | BENEDIKTUS ADU AKTIVIS KETUA SRMI JAKARTA BARAT PEKERJAAN SOPIR ANGKOT CENGKARENG KAMAL KONSISTEN BERJUANG BERSAMA RAKYAT SEBELUM PEMILU SAAT PEMILU SESUDAH PEMILU |
Benediktus Adu adalah Ketua Dewan Pimpinan Kota – Serikat Rakyat Miskin Indonesia (DPK-SRMI) Jakarta Barat periode 2008-2013. Sehari-hari beliau bekerja sebagai Sopir Angkot Plat Hitam (Jurusan Cengkareng - Kamal).
BENI, seperti banyak masyarakat memanggilnya, lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada 10 April 1965. Seorang rakyat biasa, yang hanya lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM) Negeri Kupang ini memiliki prinsip hidup, tak ada perubahan bagi rakyat miskin tanpa ikutan politik. Sebab kebijakan pemerintah yang telah membuat kehidupan rakyat miskin semakin miskin diurus oleh aturan politik. Sambil mengajak rakyat melek politik, pejuang rakyat miskin harus terlibat dalam setiap momentum politik.
Menghadapi para elit politik tua yang sudah gagal mengendalikan roda pemerintahan dinegeri ini, yang perlu dilakukan oleh rakyat bukan saja dengan mengkritik kebijakan-kebijakan tapi juga dengan ikut terlibat didalam penyusunan UU, maupun menjadi anggota DPD, DPRD dan masuk, mendirikan partai yang baru.
Sebelum bergabung dengan SRMI, dirinya pernah menjadi pengerak program P2KP di Lingkungan Rumahnya, Kapuk Cengkareng Jakarta Barat. Dirinya bersama kelompok berhasil mengelola koperasi sembako dengan baik, hal ini terbukti dengan tidak adanya tunggakan uang pinjaman dana P2KP.
Seperti para kader SRMI lainya, di Kelurahan Cengkareng Timur, sebelum menjabat sebagai Ketua DPK, dirinya aktif menjadi Tim Pembela Kesehatan SRMI, anggota mengenalnya dengan sebutan TIM ADVOKASI. Selama itu dirinya selalu aktif mendampingi warga miskin yang di persulit oleh pihak RS, PUSKESMAS atau Birokrasi Kelurahan.
BENI, seperti banyak masyarakat memanggilnya, lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada 10 April 1965. Seorang rakyat biasa, yang hanya lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM) Negeri Kupang ini memiliki prinsip hidup, tak ada perubahan bagi rakyat miskin tanpa ikutan politik. Sebab kebijakan pemerintah yang telah membuat kehidupan rakyat miskin semakin miskin diurus oleh aturan politik. Sambil mengajak rakyat melek politik, pejuang rakyat miskin harus terlibat dalam setiap momentum politik.
Menghadapi para elit politik tua yang sudah gagal mengendalikan roda pemerintahan dinegeri ini, yang perlu dilakukan oleh rakyat bukan saja dengan mengkritik kebijakan-kebijakan tapi juga dengan ikut terlibat didalam penyusunan UU, maupun menjadi anggota DPD, DPRD dan masuk, mendirikan partai yang baru.
Sebelum bergabung dengan SRMI, dirinya pernah menjadi pengerak program P2KP di Lingkungan Rumahnya, Kapuk Cengkareng Jakarta Barat. Dirinya bersama kelompok berhasil mengelola koperasi sembako dengan baik, hal ini terbukti dengan tidak adanya tunggakan uang pinjaman dana P2KP.
Seperti para kader SRMI lainya, di Kelurahan Cengkareng Timur, sebelum menjabat sebagai Ketua DPK, dirinya aktif menjadi Tim Pembela Kesehatan SRMI, anggota mengenalnya dengan sebutan TIM ADVOKASI. Selama itu dirinya selalu aktif mendampingi warga miskin yang di persulit oleh pihak RS, PUSKESMAS atau Birokrasi Kelurahan.

0 komentar:
Posting Komentar