Panggung Rakyat Anti Korupsi Meriahkan Malam Minggu di Kantor KPK
Minggu, 15 November 2009-09.50 WIB | Bravo
Jakarta (Berdikari Online)- Posko bersama anti korupsi untuk kali kedua menggelar panggung seni diKantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (14/11). Sejumlah artis, seniman progressif, perwakilan aktifis mahasiswa, tokoh politik, dan akademisi turut memeriahkan acara ini.
Panggung seni ini diawali oleh penampilan KunoKini, group musik yang digawangi oleh mahasiswa dari kampus Paramadina. Mereka menyanyikan lagu-lagu reggae, sambil memadukan antara musik tradisional dan modern.
Setelah itu, baladis muda dari Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker), Rizal Abdulhadi, tampil membawa sejumlah lagu perjuangan, diantaranya Indonesia pusaka dan revolusi.
Massa semakin bersemangat dan bersorak-sorak tatkala sang reggae ambassador, Ras Muhamad, tampil menyanyikan sejumlah lagu berintikan kritik sosial, diantaranya Make A Way, The System, Crisis, dan Siempre. Ras muhamad juga membacakan sebuah puisi yang didedikasikan kepada kaum muda Indonesia, katanya agar supaya segera bangkit melanjutkan cita-cita politik para pendiri bangsa (founding father).
Selain itu, pemusik balada Franky Sahilatua juga tampil menyanyikan lagu "cicak". Lagu ini, katanya, untuk membangkitkan cicak-cicak di kampus dan kampung-kampung untuk melawan kesewenang-wenangan buaya.
Selain menampilkan musik, panggung seni ini juga menampilkan pelukis Ki Suhardi, yang berusaha melukiskan situasi yang sementara dialami bangsa ini. Ia melukis seorang manusia yang dikelilingi buaya, menginjak-injak jutaan manusia berbentuk cicak.
Acara ini juga menghadirkan sejumlah tokoh akademisi, diantaranya Usman Yasin, tokoh pendiri gerakan sejuta facebooker dukung Bibit dan Chandra, pengamat telekomunikasi Effendi Ghazali, ketua umum Papernas Agus Jabo Priyono, dan Adhie Massardi.
ULFA ILYAS
Minggu, 15 November 2009-09.50 WIB | Bravo
Jakarta (Berdikari Online)- Posko bersama anti korupsi untuk kali kedua menggelar panggung seni diKantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (14/11). Sejumlah artis, seniman progressif, perwakilan aktifis mahasiswa, tokoh politik, dan akademisi turut memeriahkan acara ini.
Panggung seni ini diawali oleh penampilan KunoKini, group musik yang digawangi oleh mahasiswa dari kampus Paramadina. Mereka menyanyikan lagu-lagu reggae, sambil memadukan antara musik tradisional dan modern.
Setelah itu, baladis muda dari Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker), Rizal Abdulhadi, tampil membawa sejumlah lagu perjuangan, diantaranya Indonesia pusaka dan revolusi.
Massa semakin bersemangat dan bersorak-sorak tatkala sang reggae ambassador, Ras Muhamad, tampil menyanyikan sejumlah lagu berintikan kritik sosial, diantaranya Make A Way, The System, Crisis, dan Siempre. Ras muhamad juga membacakan sebuah puisi yang didedikasikan kepada kaum muda Indonesia, katanya agar supaya segera bangkit melanjutkan cita-cita politik para pendiri bangsa (founding father).
Selain itu, pemusik balada Franky Sahilatua juga tampil menyanyikan lagu "cicak". Lagu ini, katanya, untuk membangkitkan cicak-cicak di kampus dan kampung-kampung untuk melawan kesewenang-wenangan buaya.
Selain menampilkan musik, panggung seni ini juga menampilkan pelukis Ki Suhardi, yang berusaha melukiskan situasi yang sementara dialami bangsa ini. Ia melukis seorang manusia yang dikelilingi buaya, menginjak-injak jutaan manusia berbentuk cicak.
Acara ini juga menghadirkan sejumlah tokoh akademisi, diantaranya Usman Yasin, tokoh pendiri gerakan sejuta facebooker dukung Bibit dan Chandra, pengamat telekomunikasi Effendi Ghazali, ketua umum Papernas Agus Jabo Priyono, dan Adhie Massardi.
ULFA ILYAS
0 komentar:
Posting Komentar