| Jakarta, GhaboNews - Sekitar 100 demonstran melakukan aksi unjuk rasa menolak liberalisasi kesehatan yang dilakukan rumah sakit terhadap rakyat miskin di depan kantor Balaikota Gubernur DKI Jakarta, Selasa (23/6). Para demonstran yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga dan anak-anak yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) DKI Jakarta itu menyatakan warga miskin ibukota masih kesulitan mengakses pelayanan kesehatan yang layak. "Warga miskin masih berhadapan dengan prosedur yang rumit. Bahkan tidak sedikit pasien miskin yang terusir dari rumah sakit karena dikenakan biaya cukup tinggi," ujar koodinator aksi Hendri Anggoro dalam orasinya. Hendri mengatakan, Gubernur Jakarta Fauzi Bowo telah "membohongi "rakyat dengan janji-janjinya dalam kampanye sebelum terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta yang menyatakan akan menggratiskan pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin. Namun baru memimpin Jakarta dua tahun, Fauzi lebih cenderung pro liberalisasi sektor kesehatan . SRMI menerima banyak keluhan dari warga miskin yang dimintai uang oleh rumah sakit meski mengantogi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). SRMI juga menemukan bukti praktik liberalisasi kesehatan di Jakarta yakni rencana pemerintah DKI memprivatisasi tiga RSUD yakni RSUD Pasar Rebo, RSUD Haji di Jakarta Timur dan RSUD Cengkareng yang merupakan bagian dari tahap percobaan sebelum semua rumah sakit milik pemerintah di privatisasi. Sumber : Antara News | |
| | |
0 komentar:
Posting Komentar